← Back to Reports
Career published

Part 4: Action Plan & Refleksi Karir

by Dery
careeraction-planreflectionpersonal-development

Part 4: Action Plan & Refleksi Karir

Setelah membahas filosofi, strategi praktis, dan behavioral interview di part sebelumnya, sekarang saatnya menyusun action plan yang concrete dan melakukan refleksi mendalam.


Action Items: Timeline-Based Approach

Immediate Actions (1-2 Minggu)

Ini adalah hal-hal yang bisa dan harus dilakukan sekarang:

1. Update LinkedIn Profile

Checklist:

  • Foto profesional (bukan selfie)
  • Headline yang jelas dan searchable
  • Deskripsi detail untuk setiap experience
  • Include tech stack, achievements, team size, impact
  • Skills section yang comprehensive
  • Minta endorsement dari kolega

2. Audit Resume

Gunakan prinsip ‘Be Detail, Be Structured’:

  • Setiap bullet point punya quantified impact
  • Format konsisten di semua entries
  • Achievements > Responsibilities
  • Remove outdated/irrelevant information
  • Minta feedback dari trusted colleague

3. Mulai Content Creation

Start personal branding di LinkedIn:

  • Commit untuk posting 2-3x per minggu
  • Buat content calendar sederhana
  • Content edutainment - educational tapi engaging
  • Be authentic - share genuine experiences

4. Dokumentasikan STAR Stories

Untuk behavioral interview preparation:

  • Tulis 5-8 cerita dari pengalaman kerja
  • Gunakan format STAR yang proper
  • Pastikan setiap cerita bisa cover multiple competencies
  • Include quantified results di setiap cerita

Short-term Goals (1-3 Bulan)

1. Expand Professional Network

Networking bukan hanya saat butuh kerja:

  • Connect dengan 5-10 orang di industri per minggu
  • Reach out ke potential mentors
  • Join relevant communities atau groups
  • Attend virtual/in-person tech meetups

2. Evaluate Skill Positioning

War Time vs Peace Time assessment:

  • List current skills dan expertise
  • Categorize: mana yang “war time”, mana yang “peace time”
  • Identify gaps yang perlu di-fill
  • Buat learning plan untuk close gaps

Continuous learning adalah non-negotiable:

  • Subscribe ke relevant newsletters
  • Follow thought leaders di Twitter/LinkedIn
  • Allocate waktu untuk belajar teknologi baru
  • Experiment dengan side projects

4. Practice Communication Skills

Soft skills sama pentingnya dengan technical:

  • Practice presentasi - record dan review
  • Actively participate di meetings
  • Seek opportunities untuk lead discussions
  • Get feedback on communication style

Long-term Goals (6-12 Bulan)

1. Re-evaluate Career Motivation

Pertanyaan fundamental yang perlu dijawab secara berkala:

  • Apakah motivasi saya masih sama?
  • Apakah saya masih menikmati pekerjaan ini?
  • Apa yang ingin saya capai dalam 5 tahun?
  • Apakah path saat ini aligned dengan goals tersebut?

2. Build Stronger Personal Brand

Become known untuk sesuatu yang spesifik:

  • Identify niche expertise
  • Create valuable content secara konsisten
  • Speak di meetups atau conferences
  • Contribute ke open source atau community

3. Develop Complementary Skills

Technical + Soft Skills = Powerful combination:

  • Leadership skills (bahkan untuk IC track)
  • Communication dan presentation
  • Business acumen - understand how tech creates value
  • Mentoring dan coaching abilities

4. Contribute to Team/Company Growth

Impact beyond individual contribution:

  • Mentor junior engineers
  • Improve team processes
  • Share knowledge secara proaktif
  • Take ownership of initiatives

Framework untuk Decision Making

Career Decision Matrix

Ketika dihadapkan dengan career decisions (job change, role change, etc.), gunakan framework ini:

FactorWeightOption AOption B
Compensation (Earn)20%??
Learning Opportunity (Learn)25%??
Work-Life Balance15%??
Career Growth Potential20%??
Team/Culture Fit10%??
Technology Stack10%??

Adjust weights sesuai priorities personal kamu.

The “5 Years” Test

Sebelum mengambil keputusan besar:

  1. Bayangkan diri kamu 5 tahun dari sekarang
  2. Pilihan mana yang membuat “future you” lebih proud?
  3. Pilihan mana yang membuka lebih banyak doors?

Refleksi: Software Engineering Sebagai Marathon

Bukan Sprint, Tapi Marathon

Salah satu insight paling penting yang perlu di-internalize:

Software engineering adalah marathon, bukan sprint.

Implikasinya:

  • Tidak perlu “hustle” sampai burnout
  • Consistency > Intensity
  • Sustainable pace lebih penting dari burst of productivity
  • Recovery dan rest adalah bagian dari game

Motivasi Harus Sustainable

Tanyakan pada diri sendiri:

  • Apakah saya bisa maintain passion ini untuk 20-30 tahun ke depan?
  • Apa yang akan membuat saya tetap excited ketika financial needs sudah terpenuhi?
  • Apakah ada aspek pekerjaan ini yang genuinely saya enjoy?

Jika jawaban untuk semua pertanyaan ini adalah “tidak yakin” - itu valid. Yang penting adalah awareness dan willingness untuk terus evaluate.

Jujur Pada Diri Sendiri

Tidak ada yang salah dengan:

  • Bekerja primarily untuk finansial
  • Memilih work-life balance over career growth
  • Tidak mengejar FAANG atau Big Tech
  • Eventually pivoting ke career lain

Yang salah adalah:

  • Self-deception - pretending to love something you don’t
  • Living someone else’s definition of success
  • Ignoring burnout signals
  • Comparing your chapter 2 with someone else’s chapter 10

Checklist: Are You on Track?

Self-assessment berkala (lakukan setiap 3 bulan):

Professional Development

  • Apakah saya belajar sesuatu yang baru bulan ini?
  • Apakah skills saya masih marketable?
  • Apakah resume saya up-to-date?
  • Apakah network saya growing?

Work Satisfaction

  • Apakah saya masih excited untuk bekerja (at least most days)?
  • Apakah saya proud dengan work yang saya deliver?
  • Apakah saya belajar dari challenges?
  • Apakah environment kerja supportive?

Career Trajectory

  • Apakah current role aligned dengan long-term goals?
  • Apakah saya mendapat feedback dan growth opportunities?
  • Apakah compensation fair untuk level saya?
  • Apakah ada clear path untuk progression?

Personal Well-being

  • Apakah work-life balance acceptable?
  • Apakah stress level manageable?
  • Apakah saya punya time untuk non-work activities?
  • Apakah saya menjaga kesehatan fisik dan mental?

Closing Thoughts

Technical Skills Saja Tidak Cukup

Ini mungkin hard truth yang perlu diterima:

  • Technical excellence adalah necessary but not sufficient
  • Behavioral skills menentukan ceiling karir kita
  • Communication dan collaboration multiply impact dari technical skills

Persiapan yang Sistematis Membuat Perbedaan

Random preparation → Random results Systematic preparation → Predictable progress

Untuk behavioral interview, career planning, atau skill development - system beats motivation.

Konsep yang Akan Terus Saya Gunakan

  1. War Time vs Peace Time Career - Untuk strategic career positioning
  2. 8 Focus Areas - Untuk self-development dan interview prep
  3. Earn or Learn Framework - Untuk evaluating opportunities
  4. Always Be Interviewing - Untuk maintaining market awareness
  5. Marathon Mindset - Untuk sustainable career

Final Action: Commit to One Thing

Setelah membaca semua 4 parts ini, commit untuk satu hal yang akan kamu lakukan minggu ini.

Bukan banyak hal. Satu hal saja.

Maybe it’s:

  • Update LinkedIn profile
  • Tulis satu STAR story
  • Reach out ke satu potential mentor
  • Research salary benchmarks
  • Apply ke satu interesting role

The best plan executed > The perfect plan never started.


Seri ini adalah dokumentasi pemahaman saya tentang career development di software engineering. Semoga bermanfaat untuk yang membaca.